Mengetahui cara membuat kalender perusahaan yang sesuai brand identity penting sebelum masuk ke tahap desain dan produksi.
Kalender yang baik seharusnya terasa sebagai bagian dari brand. Mulai dari warna, tipografi, gaya foto, ilustrasi, hingga pesan yang disampaikan harus memiliki karakter yang konsisten dengan identitas perusahaan.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat membuatnya?
Table of Contents
Toggle- 1. Mulai dari Memahami Brand Identity Perusahaan
- 2. Tentukan Konsep atau Tema Kalender
- 3. Gunakan Warna Brand Secara Proporsional
- 4. Konsisten dalam Penggunaan Tipografi
- 5. Pilih Foto dan Ilustrasi yang Memiliki Karakter Sama
- 6. Jangan Menempatkan Logo Terlalu Berlebihan
- 7. Tetap Prioritaskan Fungsi Kalender
- FAQ tentang Pembuatan Kalender Perusahaan
1. Mulai dari Memahami Brand Identity Perusahaan
Sebelum menentukan desain kalender, pahami terlebih dahulu identitas visual perusahaan.
Brand identity biasanya mencakup logo, warna utama dan pendukung, tipografi, gaya visual, hingga karakter komunikasi perusahaan. Jika perusahaan sudah mempunyai brand guideline, dokumen tersebut dapat menjadi acuan utama dalam proses desain.
Misalnya, perusahaan dengan karakter profesional dan korporat mungkin lebih cocok menggunakan layout yang clean dengan komposisi warna yang elegan. Sebaliknya, brand kreatif dapat menggunakan ilustrasi, tipografi ekspresif, atau layout yang lebih dinamis.
Tujuannya bukan membuat kalender terlihat ramai, melainkan membuat orang bisa mengenali karakter brand bahkan sebelum membaca nama perusahaannya.
2. Tentukan Konsep atau Tema Kalender
Kalender perusahaan akan terlihat lebih menarik jika memiliki satu konsep yang konsisten dari awal hingga akhir.
Tema dapat dikembangkan berdasarkan industri, nilai perusahaan, produk, perjalanan bisnis, budaya perusahaan, atau pesan tertentu yang ingin disampaikan.
Perusahaan konstruksi, misalnya, dapat menampilkan proyek unggulan setiap bulan. Perusahaan yang mempunyai perhatian terhadap lingkungan dapat mengangkat tema sustainability. Sementara perusahaan hospitality bisa menampilkan visual destinasi atau pengalaman pelanggan.
Tema seperti ini membuat kalender memiliki cerita, bukan sekadar kumpulan gambar yang berbeda setiap bulan.
3. Gunakan Warna Brand Secara Proporsional
Warna menjadi salah satu elemen yang paling mudah dikenali dalam sebuah brand identity. Karena itu, warna perusahaan sebaiknya tetap hadir dalam desain kalender.
Namun, bukan berarti setiap halaman harus dipenuhi warna utama perusahaan.
Warna brand dapat digunakan pada elemen-elemen tertentu seperti judul bulan, garis, nomor tanggal, background, ilustrasi, atau elemen dekoratif.
Penggunaan warna yang proporsional membuat identitas perusahaan tetap terasa tanpa mengurangi kenyamanan visual kalender.
View this post on Instagram
A post shared by ARTMOSPHERE | Branding & Design Agency (@artmosphereid)
4. Konsisten dalam Penggunaan Tipografi
Tipografi juga mempunyai peran penting dalam menjaga konsistensi brand.
Gunakan font yang sesuai dengan brand guideline apabila perusahaan sudah memilikinya. Jika membutuhkan font tambahan untuk kalender, pilih yang tetap mempunyai karakter serupa dan mudah dibaca.
Perhatikan pula hierarchy antara nama bulan, hari, tanggal, hari libur, dan informasi tambahan.
Jangan sampai desain terlihat menarik tetapi fungsi utama kalender justru sulit digunakan karena ukuran tulisan terlalu kecil atau kombinasi font terlalu banyak.
5. Pilih Foto dan Ilustrasi yang Memiliki Karakter Sama
Kalender perusahaan biasanya mempunyai area visual yang cukup besar. Area inilah yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat storytelling brand.
Jika menggunakan fotografi, usahakan seluruh foto mempunyai tone yang konsisten. Begitu pula jika menggunakan ilustrasi, pastikan gaya ilustrasinya tidak berubah terlalu jauh antara satu halaman dan halaman lainnya.
Foto produk, dokumentasi proyek, aktivitas perusahaan, budaya kerja, hingga ilustrasi khusus dapat digunakan sesuai dengan konsep yang sudah ditentukan.
Konsistensi visual akan membuat kalender terlihat lebih profesional.
6. Jangan Menempatkan Logo Terlalu Berlebihan
Logo memang penting dalam kalender perusahaan, tetapi penggunaannya tidak harus mendominasi setiap halaman.
Menampilkan logo terlalu besar atau berulang kali justru dapat membuat kalender terasa seperti media promosi yang terlalu hard selling.
Logo dapat ditempatkan secara konsisten pada posisi tertentu dengan ukuran yang proporsional. Identitas brand kemudian diperkuat melalui warna, tipografi, gaya visual, dan keseluruhan desain.
Dengan begitu, branding tetap kuat tetapi kalender tetap nyaman dilihat.
7. Tetap Prioritaskan Fungsi Kalender
Desain yang sesuai brand identity tetap harus mempertimbangkan fungsi utama kalender.
Pastikan angka tanggal mudah dibaca, informasi hari libur terlihat jelas, dan layout tidak terlalu penuh. Untuk kalender meja, ukuran serta jarak pandang dari meja kerja juga perlu diperhatikan.
Keseimbangan antara estetika, branding, dan fungsi inilah yang membuat kalender lebih mungkin digunakan sepanjang tahun.
Membuat kalender perusahaan yang sesuai brand identity membutuhkan lebih dari sekadar memasukkan logo dan warna perusahaan. Konsep, fotografi, tipografi, layout, hingga pesan yang disampaikan harus dirancang sebagai satu kesatuan.
Kalender yang dirancang dengan baik dapat menjadi salah satu brand touchpoint yang terus hadir di meja kerja, kantor, maupun ruang pelanggan selama berbulan-bulan.
Jika perusahaan ingin menghasilkan kalender dengan konsep yang lebih kuat, bekerja sama dengan design agency dapat membantu menerjemahkan brand identity menjadi desain kalender yang konsisten, menarik, sekaligus fungsional.
Artmosphere Design dapat membantu perusahaan mengembangkan konsep dan desain kalender yang disesuaikan dengan karakter brand. Dengan pendekatan visual yang terarah, kalender tidak lagi sekadar media penunjuk tanggal, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi dan identitas perusahaan.
Baca juga:
- Tips 101: Cara Menyiapkan Brief Kalender Corporate
- Cara Menentukan Konsep Kalender Corporate Sesuai Karakter Brand
- Kesalahan Desain Kalender Perusahaan yang Sering Terjadi
FAQ tentang Pembuatan Kalender Perusahaan
1. Apa ukuran kalender perusahaan yang paling umum digunakan?
Ukuran kalender dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kalender meja A5 (14,8 x 21 cm). Kalender dinding A3 (29,7 x 42 cm) atau A2 (42 x 59,4 cm).
2. Jenis bahan apa yang cocok untuk kalender perusahaan?
Pemilihan bahan tergantung konsep dan anggaran. Kalender perusahaan biasanya menggunakan bahan seperti art carton, art paper, ivory, atau duplex dengan berbagai ketebalan, serta finishing seperti laminasi doff atau glossy agar lebih tahan lama dan menarik.
3. Berapa jumlah kalender perusahaan yang sebaiknya dicetak?
Jumlah cetak sebaiknya disesuaikan dengan jumlah penerima, seperti karyawan, pelanggan, partner bisnis, distributor, atau stakeholder. Tambahkan jumlah cadangan untuk kebutuhan perusahaan selama tahun berjalan.